Menjadi Garam dan Terang Dunia: Usaha Claret dalam Melawan Kejahatan || Jejak Claret

Picture by Merdeka.com

Mengapa mencetak buku-buku? Karena menurut Pater Claret, buku-buku adalah makanan bagi jiwa, dan sama seperti tubuh dikuatkan oleh makanan yang baik dan dirugikan oleh makanan yang beracun, demikian juga dengan bacaan dan jiwa (Auto. 311). Maka, Pater Claret mencetak begitu banyak buku agar bisa menjadi makanan bagi jiwa.

Dalam Auto 310, kita bisa menafsir situasi dunia di mana Claret hidup. “… salah satu dari sarana yang paling kuat untuk berbuat baik adalah percetakan, sekalipun bila disalahgunakan, bisa menjadi senjata yang paling ampuh untuk berbuat jahat”.

Baca juga :  Claret: Missionary of Heterotopia of The Poor

Tulisan ini mengindikasikan kejahatan yang sedang merajalela lewat buku-buku cetak. Dan mirisnya, dalam nomor yang sama, Pater Claret mengeluhkan orang-orang zamannya yang tidak suka membaca dan mendengarkan pembacaan dari sebuah buku yang baik. Artinya, animo pembaca cenderung suka membaca buku-buku beracun dan menyerap informasi-informasi sesat. Barangkali, buku-buku yang beracun itu lebih masif peredarannya dan lebih banyak jumlahnya ketimbang buku-buku baik.

Baca juga :  Claret Sang Parfum Kristus

Akan tetapi, namanya bukan Pater Claret kalau tidak mencari alternatif untuk melawan arus zamannya yang sudah dimabuk kepayang pengetahuan yang buruk dari buku-buku beracun itu. Dalam auto 311, Pater Claret menentang arus zaman dengan menggunakan percetakan sebagaimana digunakan oleh orang-orang jahat yang ingin menyebarkan kejahatan.

Jadi, ada upaya dari Pater Claret untuk mencetak sebanyak mungkin buku-buku baik. Intensinya adalah agar dunia zamannya itu dikuasai oleh mayoritas buku-buku baik sehingga orang-orang zamannya itu cenderung untuk memilih buku-buku baik dan mengenyam pengetahuan yang baik dari buku-buku baik itu. Maka, ini soal siapa yang menggunakan suatu medium.

Baca juga :  Engkau Telah Memberikan Sukacita Kepadaku

Penutup

Medium kita sekarang adalah internet. Orang-orang zaman sekarang lebih suka mengenyam informasi dari internet. Apa-apa internet. Mau ini-mau itu, ya internet. Mau belajar sekarang, ya internet. Para influencer dan para buzzer menyebarkan ideologi tertentu lewat internet.